Sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesia tentang keselamatan kerja, bahwasanya setiap pekerja mempunyai hak atas perlindungan keselamatan dan késehatan kerja (K3), maka setiap tempat kerja diwajibkan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Dinyatakan dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja bahwasanya setiap tempat kerja yang memiliki pekerja 100 orang atau lebih, menggunakan bahan, proses dan instalasi yang mempunyai resiko besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan, dan penyinaran radioaktif maka wajib membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3), ini artinya bahwa peluang kerja untuk lulusan sarjana terapan K3 sangatlah BESAR